Buku karya Andrea seolah mengobati kehausan para pencinta buku akan buku-buku Indonesia bermutu. Di tengah banyaknya buku bertema sejenis, entah remaja, percintaan, seks, atau kriminalitas, buku Andrea memberi pencerahan bagi pembaca.
Ide yang diusung Andrea sederhana. Andrea menceritakan kehidupan 11 anak sangat miskin, tetapi kreatif yang bersekolah di sekolah miskin di pulau kaya timah, Belitong. Begitu miskinnya orangtua mereka, sehingga Lintang – salah satu dari 11 anak itu – terpaksa berhenti sekolah karena harus membiayai hidup ibu, lima adik, dua pasang kakek-nenek, dan dua paman. Kini, Lintang hanya menjadi sopir truk tronton.
Padahal, Lintang adalah anak paling pintar dan paling bersemangat dalam menuntut ilmu. Dia tidak pernah membolos kendati harus mengayuh sepeda sejauh 40 kilometer ke sekolah. Beberapa kali rantai sepedanya putus dan dia bahkan terpaksa berhadapan dengan buaya, tetapi semangat Lintang untuk sekolah tidak pernah padam.
Kisah Lintang begitu menghanyutkan emosi Andrea. Dia mengaku menangis tiga malam saat menuliskan kisah kehidupan sahabatnya itu.
“Saya ingin menunjukkan masih ada Lintang-Lintang lain di Indonesia. Banyak anak-anak pintar yang tidak memiliki kesempatan,” ujar lajang yang kini bekerja sebagai analis di PT Telkom Bandung ini.
Andrea yang dalam buku itu dikisahkan sebagai Ikal berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya, Seman Said Harun Hirata (73), adalah pensiunan pegawai rendahan PN Timah, sementara ibunya, Masturah (70), adalah ibu rumah tangga. Empat abang dan satu adiknya menekuni profesi seperti umumnya kaum marjinal di Belitong, yaitu sebagai penambang tradisional.
Kontras dengan kemiskinan warga asli Belitong, PT Timah digambarkan Andrea sebagai perusahaan berduit dengan lingkungan orang-orang berduit juga. Tergambar jelas jurang antara warga asli yang miskin dan petinggi PN Timah yang kaya.
Andrea seolah mendobrak tradisi dan keluar dari lingkaran kemiskinan warga Melayu di Belitong. Setelah sempat menjadi kuli panggul di pasar dan tukang sortir surat di kantor pos, Andrea berhasil mendapat beasiswa S-2 di Sheffield Hallam University, Inggris, dan lulus dengan predikat graduate with distinction. Tesisnya diadopsi menjadi buku.
Grafitti
Minggu, 16 November 2008
Buku Karya Andrea Mengobati Kehausan
Diposting oleh CupIe_pOEnyA di 03.18
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)






0 Comments:
Post a Comment