Minggu, 16 November 2008

Andrea Hirata : “Edensor”

Andreanis adalah istilah yg diciptakan bagi mereka yang jadi fans Andrea Hirata. Dia sudah membuat tiga buku, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Tetraloginya akan diakhiri buku berjudul Maryamah Karpov.
Gambar diambil dari sini

Papabonbon terpikat dengan lantunan kata kata Andrea dalam Laskar Pelangi, kuat, filmis, seolah kita melihat langsung dunia yang digambarkan Ikal. Dunia kita berubah dan berpendaran meloncat satu lokasi ke lokasi lain. Sangat sugestif. Sayang kekuatan besar ini belum terkendali. Muncratannya bagaikan ledakan lava yang pijar. Akhirnya papabonbon kehilangan selera karena cara berceritanya berjalan dengan lika liku ombak yang meloncat loncat dengan cara yang tidak sinkron. Kehabisan napas, dan nyaris pingsan ketika menjelang 85 persen bagian. Sayang sekali.

Hal ini membuat papabonbon emoh menengok Sang Pemimpi, buku kedua. Apalagi ketika melihat sekilas, isinya ndak jauh beda dengan rangkaian bab terakhir di Laskar Pelangi yang disusun sedikit lebih baik. Pun sang pemimpi ini kok yah tipis sekali sih yah .. :D hahahaha :)

Jadi ketika di perpusnya Engkoh Ong Bing di Tunjungan Plaza I lantai LG sudah hadir buku Edensor ini, papabonbon akhirnya memutuskan untuk pinjam. Andrea makin ciamik nih dengan cara menuliskan gelora hatinya. Yang pasti di buku Edensor ini ceritanya mengalir terarah, dan efisien karena kita tidak terloncat loncat tanpa alur yang tidak jelas [kelemahan LP - kalau maju mundur maju mundur, flash back sudah bisa lah, cuma LP itu alurnya hancur banget dan membuat capek yang baca].

Andrea dalam ceritanya mengungkapkan kepada kita, bagaimana bisa orang yang daftar di Universite Paris [universite berapa nih oom, sorbonne kan dipecah jadi banyak universite] tiba tiba muncul sebagai lulusan dari Sheffield Hallam University. Dan disanalah Edensor, menjadi gelora dan muara lika liku perjalanannya. Banyak lika liku petualangan yang membuat Ikal [tokoh dalam novel ini] bercermin tentang diri, lingkungan, dan ironi kehidupan yang dipetikkan oleh Andrea sebagai lolipop pelajaran moral. Sesuatu yang jadi pemicu adrenalin dan membuat neuron otak kita berkedip kedip dengan sangat rancaknya.

0 Comments: