Minggu, 16 November 2008

Andrea Hirata’s Pure Love

Indonesia is a land of paradox. We see, hear and read a lot of things related to corruption, mismanagement, natural disasters, injustice, discrimination, poverty, ignorance, etc. – all negative forces. However, there are also great and admirable things happening at these very minutes. And, the following story is just one among those great and admirable things happening in the country.


Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus. Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak.

By: Khairina
Source: Kompas Daily Newspaper, Saturday, November 11, 2006, page 16

Kemurnian cinta pula yang mendorong Andrea Hirata Seman (33) memuliakan guru sekolah dasarnya di SD Muhammadiyah, Belitong Timur, Bangka Belitung.

Terkesan ketulusan hati sang guru, sejak duduk di kelas III SD, Andrea berjanji membuat buku tentang guru itu. Niat itu baru terlaksana lebih dari 20 tahun kemudian, saat ibu Muslimah, guru itu, akan berulangtahun ke-59 pada 2005.

Buku setebal lebih dari 500 halaman dia susun dalam tiga minggu. Hasil ketikan itu lalu dia fotokopi 12 kali dan dia beri kepada ibu Muslimah dan 11 rekannya semasa kecil, yang dia kenal sebagai Laskar Pelangi.

Seorang temannya iseng-iseng mengirimkan karya Andrea itu ke penerbit. Dalam waktu beberapa minggu saja buku berjudul Laskar Pelangi (Penerbit Bentang, 2005) itu laris manis dan langsung dipajang di deretan buku-buku yang tergolong “best seller”.

“Saya enggak menyangka, banyak juga yang senang dengan buku seperti ini. Dulu, saya kira buku yang enggak ada gue-elu-nya enggak bakal laku,” ujar Andrea merendah.

0 Comments: